http://picasion.com/

Minggu, 05 April 2015



BAB   I
PENDAHULUAN
A.                 Latar Belakang Masalah
 Dalam rangka menumbuhkan minat baca khususnya di masyarakat, Pemerintah telah mempasilitasi dengan didirikannya perpustakaan pada tingkat Provinsi, Kabupaten/kota dan tingkat kecamatan serta desa. Khusus pada tingkat kecamatan dan desa telah didirikan beberapa Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang pengelolaanya oleh masyarakat langsung atau oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), bahkan ada pula oleh pihak swasta.
                Taman Bacaan Masyarakat sebagai bagian layanan dalam memenuhi minat baca masyarakat serta untuk membelajarkan masyarakat dengan menyediakan bahan-bahan bacaan yang saat ini belum sepenuhnya  optimal.
 
Perkembangan teknolog informasi memudahkan kami sebagai pengelola  TBM untuk melalukan inovasi dengan berbagai pendekatan dan sistem  manajemen yang terkini. Untuk itu kami akan mengangkat judul TBM “ Dengan Pemanfaatan Potensi Lokal yang Heterogen Dapat Meningkatkan Minat Baca Masyarakat.
Tujuan dibentuknya Taman Bacaan Masyarakat (TBM) ini selain dapat menumbuhkan masyarakat gemar membaca, juga mereka dapat memiliki pengetahuan dan keterampilan serta menjadi media rekreasi pendidikan bagi masyarakat dan dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Manfaat lain dari adanya Taman Bacaan Masyarakat sebagai media pembelajaran yang murah, manfaat dan dan menarik, terutama bagi warga belajar yang masih buta aksara dan yang telah selesai mengikuti program pemberantasan buta huruf didalam membantu pelestarian hasil belajarnya.
 Di bawah ini sekelumit tentang pengertian taman bacaan masyarakat:
1.      Taman Bacaan Masyarakat (TBM) adalah suatu lembaga/tempat melayani kebutuhan masyarakat akan informasi mengenai ilmu pengetahuan dalam bentuk bahan bacaan dan bahan pustaka lainnya.
2.      Tenaga pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) adalah warga masyarakat yang dipercaya untuk memberikan layanan kebutuhan masyarakat akan informasi dan ilmu pengetahuan dan memiliki kemampuan pelayanan dan keterampilan teknis penyelenggaraan TBM
3.      Bahan pustaka Taman Bacaan  Masyarakat (TBM) adalah semua jenis bahan bacaan baik dalam bentuk cetak maupun terekam , seperti : majalah, surat kabar, brosur, foto, lukisan peta CD, VCD yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan membaca dan belajar masyarakat.
Fungsi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) adalah sebagai berikut :
1.      Sumber belajar bagi masyarakat dan warga belajar satuan program PNF
2.      Sumber informasi tentang ilmu pengetahuan dan teknologi serta media belajar untuk memperoleh peningkatan taraf kehidupannya
3.      Tempat rekreasi melalui bahan bacaan fiksi
4.      Memperkaya pengalaman belajar bagi warga belajar
5.      Penumbuhan kegiatan belajar mandiri
6.      Latihan tanggungjawab, melalui ketaatan terhadap aturan-aturan yang ditetapkan
Melihat kebutuhan dan sebagainya sudah sepantasnya Pemerintah mengadakan fasilitas umum dalam melayani masyarakat yang berhubungan dengan peningkatan mutu sumber daya manusia  (SDM) secara individu dan kelompok melalui pendidikan formal dan non formal untuk menghasilkan manusia yang berkualitas sesuai kebutuhan lapangan kerja. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan nonformal antara lain mendorong masyarakat gemar membaca, aneka bacaan yang tersedia di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang mudah ditemukan dimasyarakat.
Sehubungan dengan kebutuhan masyarakat yang cukup banyak dan luas sudah sewajarnya Pemerintah membina dan mengembangkan layanan Taman Bacaan Masyarakat (TBM).
B.                 Permasalahan
Perkembangan teknologi informasi yang telah mengglobal menuntut adanya upaya-upaya nyata yang harus di cari solusinya baik oleh pemerintah maupun masyarakat yang memiliki kepedulian dalam membangun sebuah sistem yang terpadu agar dapat membantu warga masyarakat yang memiliki keterbatasan akses mendapatkan informasi dari media baik cetak maupun elektronik .
            Dalam hal pemanfaatan potensi lokal masyarakat yang terus mengalami pergeseran nilai-nilai kultur serta banyak muncul paham-paham (isme-isme) di tengah masyarakat, maka kehadiran Taman Bacaan Masyarakat (TBM) sangat memberikan andil besar terhadap kemajuan membaca warga masyarakat sebagai media dalam memfilter paham-paham radikalisme yang saat ini terus berkembang
            Oleh karena itu, permasalahan di atas membuat kami berusaha dan bekerja keras untuk memberikan akses serta kemudahan dalam membantu masyarakat yang memiliki kemauan dalam meningkatkan kemampuan dan pengalaman dalam hal menimbah ilmu sebanyak-banyak pada Taman Bacaan Masyarakat (TBM)
 C.        Tujuan
Tujuan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Berbasis  Pemanfaatan Potensi Lokal adalah :
1.      Menyediakan bahan bacaan pengetahuan dan keterampilan bagi masyarakat sesuai lingkungan domisili yang multikultural yang dapat di jadikan acuan dan rujukan dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) bagi masyarakat yang tidak memiliki akses yang memadai untuk membeli buku-buku bacaan pada toko buku.
2.      Memotivasi dan memupuk minat masyarakat untuk gemar membaca dalam meningkatkan masyarakat Indonesia yang bebas dari buta aksara dan dalam menangkal paham-paham radikalisme yang dapat memecahbelah persatuan dan kesatuan bangsa serta merubah pola pikir tentang paradikma membaca sekedar membuang-membuang waktu dan biaya.
3.      Mengembangkan sikap positif  masyarakat terhadap kehidupan beragamanya, keluarganya, masyarakat berbangsa dan bernegara.
4.      Memelihara dan meningkatkan kemampuan baca, tulis, hitung, dan berbahasa Indonesia pada pendidikan formal dan nonformal sebagai dasar yang telah dimiliki warga masyarakat

D.        Strategi Pemecahan Masalah
 Dalam hal pemecahan masalah maka, dalam meningkatkan strategi penerapan pemanfaatan potensi lokal pada TBM PKBM Melati menggunakan strategi yang dapat mempermudah warga masyarakat untuk berkunjung dan melaksanakan aktifitas membaca dengan manajemen yang kami susun dan kami buat seefektif dan seefisien mungkin tanpa membebani masyarakat.
Strategi yang kami terapkan sesuai dengan perkembangan teknologi terkini adalah demi memudahkan akses kami sebagai pengelolah dan juga masyarakat agar dapat disesuaikan dengan tuntutan zaman.
Masyarakat tidak memiliki akses yang mudah untuk datang ke perpustakaan kabupaten/kota yang sebenarnya memiliki daya dukung dan pasilitas yang memadai, namun permasalahan yang terjadi adalah bahwa untuk sampai ke perpustakaan umum milik pemerintah masyarakat harus mengeluarkan biaya tambahan, selain itu lokasi dari perpustakaan umum juga tidak strategis serta manajemen yang di tawarkan terlalu berbelit-belit sehingga permasalahan inilah  membuat kami memberikan pelayanan yang mudah dan tidak menyulitkan warga masyarakat dengan manajemen yang kami terapkan untuk dapat meminjam sekaligus membaca dan mendapatkan berbagai informasi.
          
   BAB  II
PEMBAHASAN
A.                     Prosedur Kegiatan
Dalam meningkatkan mutu pelayanan masyarakat tentang manajemen TBM yang kami kelolah maka kami memiliki metode yang kami susun sebagai prosedur dalam memudahkan warga masyarakat. Metode yang kami terapkan adalah dengan pemanfaatan potensi lokal yang memiliki latar belakang keluarga dan kondisi ekonomi yang berlatarbelakang etnis, suku, budaya, dan juga tingkat pendidikan yang umumnya belum memadai.
Banyak Daerah yang sudah mengklaim masyarakatnya bebas buta aksara, kalau kita mau jujur masih banyak masyarakat yang tidak bisa membaca dan tidak bisa menulis. Fakta di masyarakat kalaupun dikatakan sudah bebas buta aksara, kenyataan di lapangan berkata lain. Bagi masyarakat kita, Budaya Tutur / bercerita sudah jamak dilakukan dari dahulu, sehingga kebiasaan Budaya masyarakat kita mendapat informasi dari cerita. Maka tidak mengherankan  Budaya bergosif muncul akibat terlalu banyak mendengarkan berita burung  (kabar angin) yang tanpa jelas asal usul kebenaran dari berita tersebut.
Budaya membaca yang tidak biasa menjadikan kebiasaan mendapatkan informasi dari membaca menjadi kurang. Pendekatan budaya dan kondisi potensi lokal dalam membaca memang efektif dilakukan dari usia dini, namun yang perlu menjadikan bahan pertimbangan bahwa budaya membaca juga harus dimasyarakatkan untuk sasaran remaja dan orang tua. Khusus orang tua rasanya untuk membiasakan membaca merupakan sesuatu yang amat sulit dan perlu berbagai strategi pendekatan. Lantas bagaimana metode pendekatanny? Ambil contoh kalau kita melakukan perjalanan, baik di mobil, di kapal laut di kereta dll, berapa orang kita yang pegang buku membaca disaat seperti itu? Coba kita tengok kalau turis sedang melakukan perjalanan dalam kesempatan/ moment seperti itu dipergunakan untuk membaca.
Memasyarakatkan budaya membaca, program dari Pemerintah sudah demikian banyak, dari Perpustakaan, Taman Bacaan, Rumah Pintar, Mobil Pintar, Perpustakaan Keliling. Namun yang kurang mendapatkan sentuhan yaitu metode pendekatan yang mestinya perlu dirubah. Dengan Perpustakaan, Taman Bacaan, Rumah Pintar, Masyarakat yang harus datang, sedangkan Perpustakaan keliling, Mobil pintar sudah mendatangi masyarakat, namun masih dominan disasar anak sekolahan, belum menyentuh masyarakat secara umum. Dan juga yang menjadi persoalan masalah jam atau waktunya belum menyesuaikan pada waktu kehadiran acara komunitas Masyarakat berkumpul, yang mana terkadang tidak direncanakan, tiba-tiba orang berkumpul disuatu tempat, bahkan begadang semalam suntuk.
Pemanfaatan potensi lokal masyarakat yang berada di sekitar Taman Bacaan Masyarakat yang kebanyakan melakukan aktivitas di pasar membuat kondisi anak-anak yang saat ini masih berstatus pelajar tidak terkontrol oleh orang tua yang punya kesibukan sampai sore. Hal inilah yang membuat kami hadir menyiapkan diri untuk melayani warga masyarakat baik anak-anak maupun orang dewasa untuk bergabung sebagai bagian dari anggota TBM.
Tujuan yang diharapkan dalam meningkatkan potensi lokal  diantaranya:
a.   Masyarakat memiliki rasa percaya diri, merasa terhormat, serta memiliki wawasan global.
b.      Memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi demi meningkatkan SDM dengan kemudahan manajemen yang kami berikan.
c.       Memiliki rasa tanggung jawab sebagai warga masyarakat yang berbudi luhur yang mengutamakan nilai-nilai kesantunan.
d.      Menjadi daya tarik bagi orang lain untuk ikut serta dalam membudayakan minat baca.
 Oleh karena itu kami melakukan hal sederhana ini yang sebenarnya sudah merupakan hal biasa yang umumnya sudah dikenal oleh masyarakat pada umumnya.
Hasil Kegiatan
Hasil atau Sasaran yang ingin dicapai dari “Taman Bacaan ”(TBM)
Taman Bacaan Masyarakat (TBM) pada hakekatnaya dibentuk dari, oleh dan untuk masyarakat yang diselenggarakan oleh lembaga/organisasi masyarakat, yayasan keagamaan, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan lain-lain dengan sasaran  hasil yang akan dicapai melalui penerapan pemanfaatan potensi lokal adalah:
1.   Dengan pemanfaatan potensi lokal mempermudah anggota TBM mengakses dan memiliki manfaat meminjam dan membaca.
2.   Memberi kesempatan yang sama dengan warga masyarakat lain agar memiliki nilai-nilai dan manfaat memperoleh informasi yang baik.
3.   Membiasakan budaya Baca mulai diperkenalkan dan dimasyarakatkan , yang penting topiknya seputaran hal-hal yang memberikan dampak Positif.

B.       Dampak Kegiatan
Adanya hasil kegiatan di atas tentu memiliki dampak yang positif bagi kemajuan TBM PKBM Melati dalam menjalankan tugas pengabdian bagi masyarakat demi memasyarakatkan budaya membaca dan memberantas buta huruf . Dampak yang kami rasakan adanya pemanfaatan keaarifan lokal/potensi lokal masyarakat berarti menghilangkan imej masyarakat yang memiliki pendidikan yang tinggi dengan masyarakat umum agar sama sederajat dalam memperlh informasi dengan mengunjungi Taman Bacaan Masyarakat.
Layanan merupakan salah satu jenis kegiatan yang dilaksanakan dengan melakukan hubungan langsung atau tidak langsung dengan memakai jasa TBM dengan sistem terbuka dan sistem langsung, dimana pengunjung dapat masuk keruang baca untuk memilih dan mengambil bahan bacaan sendiri dari rak atau minta bantuan dari petugas dan menggunakan sarana/tempat baca dengan bebas. Sistem tidak langsung pengunjung yang akan meminjam buku tidak mencari dan memilih sendiri dirak buku, tetapi melalui pengelola dengan menyampaikan judul buku dan pengarannya. Apapun system yang dipakai tetap saja membuat peraturan agar system itu dapat berjalan dengan baik. Tata tertib yang dibuat oleh pengelola TBM untuk ditaati oleh semua pihak yaitu pengunjung, pemakai maupun pengelola TBM

C.                Kendala yang dihadapi
Dengan adanya kemajuan teknologi informasi yang saat ini sedang mendunia sangat memudahkan setiap orang atau lembaga untuk melakukan berbagai inovasi. Seperti halnya yang kami terapkan dalam mengelola Taman Bacaan Masyarakat di Kota Bontang yang sebenarnya merupakan sebuah kota kecil namun luar biasa dalam perkembangannya. Segala informasi sangat cepat diakses oleh siapapun, namun sayangnya hal itu juga tidak menutup kemunginan banyak masyarakat kelas ekonomi ke bawah sangat sulit untuk mendapatkan dan mengakses informasi.
 Perlu diingat komunitas warga yang berkumpul terdiri dari aneka ragam yang mempunyai kesenangan yang berbeda, materi buku yang disediakan mestinya menyesuaikan dengan situasi dan kondisi Masyarakatnya dan sesuai dengan kondisi sifat dari kegiatan tersebut. Dan khusus bagi Warga Masyarakat yang tidak/ belum tersentuh dengan budaya baca, mestinya didukung dengan audio visual yang mendukung program meningkatkan Budaya Baca.
Dan untuk melengkapi itu semua ditambahkan perangkat Teknologi pengenalan internet bagi warga yang berkumpul, memperkenalkan fungsi dan manfaat Teknologi Informasi/ internet dan sekalian melakukan demo dan bila memungkinkan anak-anak muda yang mempunyai laptop dapat bergabung bersama pada saat itu.
Kendalah dalam  menjalankan sebuah aktifitas tentu ada, dimana dan kapanpun. Termasuk yang kami alami dilapangan. Keterbatasan sarana penunjang  seperti tempat/gedung dan media-media penunjang lainnya dan yang lebih utama adalah dana operasional yang mana kami harus mengeluarkan biaya operasional sendiri untuk pengadaan buku dan fasilitas lainnya.
D.      Faktor-Faktor Pendukung
 Di dalam menjalankan kegiatan pengelolaan TBM kami memiliki beberapa pasilitas pendukung di antaranya:
1.                Tata Ruang Taman Bacaan Masyarakat
Tata ruang Taman Bacaan Masyarakat (TBM)  PKBM Melati memiliki:
a.                 Ruangan yang layak dipakai dan ada tempat meyimpan koleksi, perabotan dan dapat menampung pembaca minimal 10 orang serta refresentatif
 b.                Lokasi strategis artinya mudah dicari, mudah dilihat dan mudah dijangkau
c.                 Memiliki sarana dan prasarana yang layak digunakan

2.                Pengelolah Taman Bacaan Masayarakat (TBM)
Pengelolah Taman Bacaan Masyarakat (TBM)  PKBM Melati sebanyak 2 orang dengan tugas sebagai berikut :
1.                Pada tahap perencanaan
a.       Seleksi buku (buat daftar seleksi buku)
b.      Klasifikasi buku
c.       Catalog buku
d.      Inventarisasi
2.                Pada tahap proses
a.       Penyiapan buku administrasi meliputi : buku pengunjung, buku anggota, jumlah buku yang dibaca, jumlah peminjaman buku, jumlah buku yang dikembalikan
b.      Penataan buku
c.       Membuat daftar buku rusak, buku diperbaharui
d.      Penataan ruangan
e.       Koleksi buku yang ada pada TBM secara garis besar yaitu dengan jumlah judul sebanyak 250 dan jumlah eksemplar sebanyak 1500 buah
3.                Isi tata tertib meliputi ketentuan :
a.       Tata cara menjadi anggota TBM (keanggotaan)
b.      Hari dan Jam buka TBM (Jadwal Pelayanan)
c.       Lama dan waktu peminjaman
d.      Sanksi pelanggaran (denda yang diberlakukan)
e.       Jumlah buku yang dapat dipinjam
 Peraturan tata tertib yang dibuat hendaknya tidak memberatkan anggota, tetapi jangan terlalu longer dan bertujuan untuk mendidik termasuk disiplin masyarakat serta waktu pelayanan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan warga masyarakat setempat.
 4.                Pada tahap evaluasi
Merekap semua kegiatan yang dilakukan oleh Taman Bacaan Masyarakat(TBM) Melati sebagai hasil kinerja.
 E.       Alternatif  Pengembangan
 Sebagai alternatif dalam pengembangan TBM di atas dengan berbagai kendala di lapangan maka, alternatif yang kami tawarkan adalah dengan memberikan pelayanan prima tanpa membebani warga masyarakat yang ingin meminjam buku, kapan dan di mana seseorang berdomisili. Kami memberikan kami ada untuk memberi solusi bukan sebaliknya mempersulit.
                  Dalam menjalankan aktivitas Taman Bacaan Masyarakat. Dan pengembangannya itulah alternatif pengembangan dengan pasilitas yang sederhana mungkin, tetapi tidak mengurangi hakikat dan pengabdian kami dalam membangun TBM berbasis teknologi informasi.
                  Selalu melakukan inovasi dalam pengembangan dan penyempurnaan kegiatan manajemen TBM agar apa yang diharapkan oleh pengelolah dan unsur masyarakat dapat tercapai. Selain itu, perlu adanya pengadaan pasilitas TBM yang lebih utama yaitu koleksi buku yang terupdate serta tempat/ruangan yang representatif dalam mendukung pengelolaan TBM di masa yang akan datang.

 BAB   III
P E N U T U P
A.                 Kesimpulan
Lemahnya pengelolaan taman bacaan masyarakat (TBM) dan terbatasnya ketenagaan yang mengelolanya serta minimnya jumlah bahan bacaan dan tidak beragamnya jenis-jenis buku yang ada di TBM, merupakan masalah yang menyebabkan taman bacaan masyarakat sulit berkembang. Salah satu yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah di atas dengan memperbaiki pengelolaan dan pelayanan TBM serta pengadaan bahan pustakaan yang lebih variatif.
Melalui  media informasi yang terus berkembang, setahap demi setahap kami juga melakukan inovasi dalam hal memenej organisasi TBM melalui teknologi dengan aplikasi sederhana. Dengan adanya optimalisasi ini semoga ke depan Taman Bacaan Masyarakat yang kami kelolah bisa lebih berkembang lagi.
Kondisi masyarakat perkotaan yang heterogen serta lahir dari latar belakang yang berbeda membuat semakin kompleks keragaman masyarakat itu. Adanya potensi loakal pada tiap-tiap kota dalam hal ini wilayah kelurahan membuat kondisi masyarakat di sekitarnya pun ikut berbeda pula. Untuk itulah dengan adanya kehadiran taman bacaan masyarakat dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan berbagai informasi.
Yang paling utama dibentuknya atau diselenggarakannya TBM ini adalah untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat akan pengetahuan dan informasi saat ini serta mengembangkan minat baca mereka. Penyelenggaraan TBM yang dilakukan sesuai dengan aturan dan kaidah-kaidah yang berlaku serta  dengan  manajemen yang profesional serta selalu melakukan kemitraan, akan  lebih cepat berkembang dari pada TBM yang hanya melakukan secara sendiri.
 B.                 Rekomendasi
 Dengan permasalahan yang kami hadapi dalam mengelolah TBM dilingkungan kami, serta berbagai keterbatasan yang ada, dengan karya nyata yang kami buat ini semoga menjadi rekomendasi referensi bagi pemerintah dan instansi terkait agar dapat membimbing kami secara berkala dan memberikan bantuan sarana dan prasarana penunjang agar TBM yang kami kelolah dapat berjalan secara optimal dan dapat membantu pemerintah dalam mencerdaskan warga masyarakat Indonesia umumnya dan warga Bontang khususnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Iklan

Hanya dengan Rp40.000/bulan, Pasang Iklan Teks Anda Disini Sekarang juga!
Hanya dengan Rp40.000/bulan, Pasang Iklan Teks Anda Disini Sekarang juga!
Hanya dengan Rp 40.000/bulan, Pasang Iklan Teks Anda Disini Sekarang juga!
Hanya dengan Rp 40.000/bulan, Pasang Iklan Teks Anda Disini Sekarang juga!

Popular Posts

Recent Posts